Skip to main content

Featured

Gabut

Hmm, sepertinya sudah sangat lama aku ngga nulis di blog ya. Beberapa hari kemarin tiba-tiba aja kepikiran buka blog yang sudah sekian lama ngga dikunjungi.  Aku pernah dengar kata-kata begini "Orang galau biasanya lebih puitis dalam merangkai kata-kata dibanding ketika dia sedang waras-warasnya". Kayaknya fase beberapa tahun yang lalu terjadi lagi di kehidupanku. Dimana saat-saat kayak gini kadang juga jadi susah mencerna mana yang nyata dan mana yang ilusi. Aku ngga nyangka aja ternyata kehidupan kayak di film-film "zombi" nyata adanya. Pernah ga sih, kalian ngerasa jadi orang yang ngga berguna sama sekali. Terkadang kita bukannya mau ngeluh tanpa usaha, cuman emang keadaannya saja yang sedang tidak mendukung untuk diusahakan. Walau kadang juga mikir sih "segala sesuatu yang ada di dunia udah pasti ada tujuannya, ngga mungkin Allah menciptakan sesuatu tanpa ada tujuan apa-apa". Yah mungkin kata-kata begitu sudah cukup sedikit menenangkan hati kita bahwa ...

Defenisi Bahagia

Untuk beberapa alasan akhirnya aku sadar, bahwa kebahagiaan itu bukan hanya tentang mendapatkan apa yang kita mau atau menerima apa yang kita harap. Tapi lebih ke perasaan bersyukur untuk apapun itu baik buruknya yang kita temui.

Dulu aku sempat berpikir kok ada ya orang yang hidupnya bisa dikatakan sempurna. Pintar, kaya, cantik dan populer. Rasanya ingin sekali memiliki kehidupan seperti mereka. Terkadang rasa iri itu kerap muncul dikala sepi dan sendiri. Dengan begitu banyaknya tugas dan laporan praktikum saat perkuliahan seakan menambah rasa iri dengan kelebihan mereka.

Namun tanpa aku sadari dibalik itu semua banyak orang yang memimpikan kehidupan seperti yang aku rasakan.

Beberapa orang merasa kesal ketika setiap kegiatannya selalu dipantau oleh orangtuanya terutama ibu. Bahkan ada juga yang mengacuhkan ibu ketika ia seringkali menelepon hanya untuk mengetahui kabar putri atau putra terkasihnya.

Aku sangat bersyukur karena memiliki orangtua dan keluarga yang selalu mendukungku. Meski dianggap oleh beberapa orang hal ini terkesan manja atau sebutan lainnya "anak mama". Tapi bagiku sama sekali tak masalah. Aku sangat senang saat tiap kali ibu menelponku untuk menanyakan kabarku. Bahkan terkadang jika sehari saja ibu tak menelpon, aku merasa sangat gusar dan cemas .

Ketika aku berada dimasa-masa berjuang untuk menyelesaikan tugas akhirku pun ibu selalu menelponku untuk bertanya perkembangannya. Mungkin bagi beberapa orang hal itu amat sangat mengganggu bahkan mungkin ada beberapa orang yang tidak mau menerima telpon dari ibunya karena merasa bahwa itu sangat mengganggu.

Tapi,,, tidak denganku. Aku malah merasa terpacu. Aku juga sempat merasa risih ketika ibu selalu menanyakan tentang tugas akhirku. Tapi seketika aku tersadar, bahwa maksud ibu itu baik. Ia hanya ingin anaknya tak lupa akan kewajibannya. Ia ingin anaknya sukses dimasa depan karena sejatinya semua orang tua pasti inginkan yang terbaik untuk anaknya. Hal itulah yang membuatku bersemangat setiap hari kekampus meski seringkali hasilnya mengecewakan.

Aku mencintaimu ibu, ayah, dan adikku terkasih. Dengan doa kalian aku akhirnya bisa melalui itu semua. (Perjuangan masih belum usai)

*****
Teruntuk teman2ku yang saat ini sedang berjuang menyelesaikan tugas akhirnya. Semangat dan yakinlah bahwa ketika kamu sudah berusaha maka hasilnyapun tak akan mengecewakan. Jangan pernah berhenti berusaha meskipun kalian merasa sudah hampir rapuh.

Ketika kamu merasa bahwa dunia sudah tak berpihak maka yakinilah setidaknya masih ada keluarga teman2 yang senantiasa berpihak padamu. Semangat kejar cita2 mu.

Salam sayang
CK 🍃

Comments

Popular Posts